KISARAN BIAYA HIDUP MAHASISWA DI SOLO

KISARAN BIAYA HIDUP MAHASISWA DI SOLO

Universitas adalah Pendidikan dengan jenjang lebih tinggi sekolah menengah ini sering kali diidam-idamkan oleh para siswa. Mengapa? Karena dunia perkuliahan merupakan salah satu tempat untuk exercise seberapa tangguh, mandiri, well-managed you are. Kampus menawarkan banyak sekali pilihan dan pintu bagi mahasiswanya yang ingin mengembangkan kemampuannya, tak hanya terbatas pada kemampuan akademik tapi lebih luas dari itu. Segala rupa minat bisa dikembangkan lewat organisasi mahasiswa (ormawa) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) meskipun itu sangat gak nyambung dengan konsentrasi Pendidikan dan jurusanmu.

Tapi di Indonesia, tidak semua remaja memiliki kesempatan yang sama luas dan sama besar dalam mengembangkan bakat, memfasilitasi minat dan mempelajari berbagai keahlian lainnya karena akses ke Perguruan Tinggi tidak well-opened buat semuanya. Mengapa? Karena Pendidikan kampus tidak cukup terjangkau untuk semua kalangan. Yah, meskipun katakanlah kita sudah diterima di PTN dengan membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang murah less than 1 juta per semester, kita juga membutuhkan uang untuk hidup. Universitas-universitas besar umumnya terletak di ibu kota provinsi atau minimal kotamadya yang sering membuat calon mahasiswanya mau tidak mau hidup jauh dari keluarga. Di luar biaya Pendidikan, kita butuh uang untuk makan juga untuk sewa tempat tinggal. Dan yaaa mungkin sedikit —atau banyak—uang buat gaya, mengikuti trend kekinian.

Kali ini, saya ingin memberikan sedikit ulasan tentang kisaran biaya hidup kota Solo. Ulasan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi selama hidup sebagai mahasiswa disana. To be honest, saya gak pernah kepikiran bakal tinggal di Solo karena Solo memang tidak pernah berada sebagai wish list saya untuk Pendidikan selanjutnya (S1). Tapi sekali lagi manusia hanya berencana ya guys. Tuhan tetap di atas segalanya dan rencana-Nya memang yang terbaik. Itulah yang saya percayai hingga hari ini karena tidak hanya sekali, tapi berkali-kali apa yang saya targetkan sering dibelokkan ke arah yang lain. Dan sejauh ini tidak pernah ada penyesalan sih. Saya tetap akan memilih pilihan yang sama jika diberi kesempatan kedua, ketiga dan seterusnya.

Duh, jadi ngomong kemana-mana sih 😀

Well, karena ini kolom opini jadi gapapalah yaaa. Izinkan kali ini saya menulis dengan Bahasa yang sangat santai hehehe

Back to the main topic!

Jadi berapa sih kisaran biaya hidup di Solo?

Kita buat rincian kira-kira pengeluaran apa saja yang dibutuhkan yaaa.

  1. Sewa tempat tinggal

    Sumber: joystudiodesign.com

Hidup sebagai mahasiswa yang jauh dari rumah mengharuskan kita menyewa tempat tinggal. Ada 2 pilihan tempat tinggal yang bisa disewa: 1) kos berupa sepetak kamar atau 2) rumah dengan beberapa kamar dan ruangan. Biasanya nomor 1 paling banyak dipilih karena privasi lebih terjaga. Hidup di kos yang hanya ditempati seorang diri mah bebas mau ngapain aja yak. Kamar bisa ditata rapi kayak kamar hotel atau berantakan kayak Gudang, bebas. Kalo rumah kontrakan gak bisa gitu, karena biasanya kita join sama beberapa teman biar biaya sewanya bisa lebih murah. Kalau kamu tipe orang yang ingin privasi terjaga, pilihan nomor 1 yang cocok. Baik kos-kosan atau rumah kontrakan di Solo biasanya disewakan selama 1 tahun dan dibayar di muka. Biaya yang dibutuhkan untuk ngekos per tahun kira-kira 3jt untuk fasilitas yang biasa aja, 5jt yang bagusan dikit dan 10jt buat fasilitas yang bagus. Fasilitas biasa aja itu yang gimana sih? Biasa aja itu biasanya dikasih kasur, meja, lemari yang biasa aja, gak terlalu bagus karena emang udah bekas pakai penghuni-penghuni sebelumnya. Kalau yang agak bagus ya sama aja sih fasilitasnya, tapi bentuknya agak bagus, kamar mandi dalem dan ada wifinya. Kalau yang bagus, fasilitasnya mirip sama yang agak bagus, cuma ukuran kamarnya lebih lebih lebih besar. Kalau kamu ngontrak rumah biayanya lebih murah, bisa di bawah 2jt per tahun.

  1. Makan

    Sumber: hungrygowhere.my

Sekali makan di warung biasanya menghabiskan 8rb-15rb, tergantung apa yang kamu pesan. Nah, tinggal dikali aja berapa kali makan dalam satu hari. Nah, kalau mau lebih irit bisa masak nasi dengan rice cooker tinggal beliin sayur dan lauk deh. Lauk dan sayur sekali makan 5rb juga udah dapet. Atau kalau beruntung di kosmu ada dapur, masak aja. Paling cuma habis 50rb dalam seminggu buat beli bahan-bahan mentah.

  1. Lain-lain

    Sumber: hipparis.com

Yang masuk dalam pengeluaran lain-lain ini seperti uang bensin, pulsa, fotokopi, beli baju, make up, jajan kongkow-kongkow, hiburan kayak karaoke, nonton bioskop, dll. Ini sih tergantung masing-masing individu yaaa. Tapi kasarannya uang bensin 20rb dalam seminggu, pulsa 30rb dalam seminggu, fotokopi 10-30rb dalam seminggu, dll. Kalau kayak beli baju, make up, nongkrong dan entertainment susah nge-range nya guys hehe karena kebutuhan orang beda-beda.

Nah, itu tadi gambaran kasar biaya hidup di Solo yaaa. Pokoknya minimal dengan uang 500rb aja kamu udah bisa hidup sebulan di Solo. Kalau buat ekonomi middle low biasanya 500rb per bulan, middle 1jt dan middle high 1,5jt-2jt per bulan. Kisaran itu di luar biaya sewa kos yaaa, karena rata-rata pada ngekos tahunan.

Sekian ulasan tentang kisaran biaya hidup di Solo. Ini hanya kisaran ya kisaran. Jumlah pengeluaran tiap orang berbeda tergantung gaya hidup dan kebutuhannya. Semoga info ini bermanfaat buat kamu yang ingin meneruskan Pendidikan di Solo. Meskipun berada di kotamadya, Solo cukup menarik untuk ditinggali lhoooo (ini opiniku sih). Karena Solo punya banyaaaaakkk banget komunitas (ratusan) yang bisa menjadi lading pengembangan soft skill mu. Juga kondisi sosio-kultur yang beragam, membuatku tambah jatuh cinta sama kota ini. Silakan berkunjung dan buktikan sendiri nanti yaaa….

Share this post

Post Comment