BONTANG DAN WISATA ALAMNYA

BONTANG DAN WISATA ALAMNYA

Bontang adalah sebuah kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini terletak sekitar 120 kilometer dari Kota Samarinda, berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Timur di utara dan barat, Kabupaten Kutai Kartanegara di selatan dan Selat Makasar di timur. Letak geografisnya 0.137° LU dan 117.5° BT.

Di kota ini berdiri tiga perusahaan besar di bidang yang berbeda, yaitu Badak NGL (gas alam), Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Urea, Amoniak cair dan NPK), dan Indominco Mandiri (batu bara) serta memiliki kawasan industri petrokimia yang bernama Kaltim Industrial Estate. Kota Bontang sendiri merupakan kota yang berorientasikan di bidang industri, jasa serta perdagangan.

Meskipun lebih dikenal sebagai kota industri, Bontang juga memiliki tempat-tempat wisata alam yang cukup indah dan menarik untuk dikunjungi. Apalagi ada banyak tempat wisata di Kota Bontang yang belum diketahui banyak orang, bisa dipastikan wisata alam tersebut masih cukup terawat.  Tempat wisata mana sajakah itu?

  1. Pulau Beras Basah

Mungkin anda sudah sangat akrab dengan istilah kepulauan derawan, taman nasional kutai, bukit bangkirai, ataupun perkampungan dayak. Bagaimana dengan pulau beras basah?

Sumber: www.travelbystove.blogspot.com

Pulau Beras Basah yang terletak di tengah laut dengan luas sekitar 1 hektar. Beras basah memiliki mercusuar setinggi 15 meter yang berfungsi untuk navigasi kapal, jarak pulau dari pusat kota Bontang hanya sekitar 7 km atau sekitar 220 km dari Kota Balikpapan.

Mengapa dinamakan beras basah? Menurut cerita masyarakat setempat, konon dahulu ada kapal yang berlayar dari Pulau Celebes (Sulawesi) mengangkut karung yang berisi ribuan ton beras menuju Bontang. Namun nahas kapal tersebut karam dihantam ombak besar yang mengharuskan muatan-muatan kapal yang banyak berisi beras tadi hanyut tercecer dan menutupi sebagaian permukaan air di sekitar pulau. Akhirnya oleh masyarakat sekitar menamakan pulau tersebut dengan nama Beras Basah.

Untuk menuju Beras Basah, Anda bisa melalui Kota Balikpapan. Waktu tempuh dari Kota Balikpapan ke Samarinda kurang Lebih 3 jam dan dari Kota Samarinda ke Kota Bontang hingga di Pelabuhan Tanjung Laut juga kurang lebih 3 jam. Sedangkan untuk mencapai Pulau Beras Basah dari Pelabuhan Tanjung Laut, dibutuhkan waktu kurang lebih 45 menit.

Sumber: www.royalleisuretravel.blogspot.com

Di Pulau Beras Basah kita dapat menikmati senja atau sunset. Alangkah baiknya jika memang ingin puas menikmati disarankan untuk menginap, agar bisa menikmati pemandangan pagi hari dan pemandangan bawah laut di pagi hari.

Ada beberapa hal yang harus menjadi point penting yang harus diperhatikan dan dipersiapkan sebelum berkunjung ke pulau ini dengan matang. Seperti membawa persediaan air bersih yang cukup serta tempat untuk menginap (tenda dan semacamnya). Alasan utama adalah karena air bersih tidak disediakan di pulau ini, kecuali jika ingin membeli dengan harga Rp 5.000 untuk satu jerigen ukuran lima liter. Jika ingin menginap di pulau tersebut, wisatawan tidak perlu khawatir. Sebab, Pemkot Kota Bontang juga membangun beberapa gazebo yang bisa ditiduri. Ada pula surau tempat ibadah, dan beberapa kios nelayan yang berjualan minuman dan makanan ringan.

Pulau Beras Basah juga cocok untuk dikunjungi para pencinta diving dan snorkelling. Terumbu karang dan biota laut di Pulau Beras Basah terbilang cukup indah. Anda bisa berenang, diving, snorkelling atau sekedar bermain di pantai menikmati pemandangan.

  1. Bontang Kuala

Bontang Kuala merupakan perkampungan yang masyarakatnya berdomisili atau membangun rumah didasar air laut. Mayoritas penduduk Bontang Kuala bermatapencaharian sebagai nelayan tradisional, selain itu ada pula yang berusaha sebagai pedagang, pengrajin tradisional, pedagang, pengrajin rumah tangga (home industry), swasta, buruh/ tukang bangunan dan pegawai negeri.

Sumber: www.tempatwisataunik.com

Disana terdapat sarana jalan umum, jalan gang, atau jalan yang menghubungkan rumah satu dengan yang lainnya adalah jembatan yang terbuat dari kayu ulin/ besi. Jembatan ini kondisinya mampu dilewati oleh kendaraan roda dua atau roda empat.

Jika kita ingin mengunjungi Bontang Kuala dibutuhkan waktu sekitar 10 menit perjalanan ke arah timur kota Bontang dengan menggunakan kendaraan bermotor. Disarankan untuk menggunakan sepeda motor. Karena jembatan kayu tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. sebagai gantinya disediakan lahan parkir khusus mobil dan selanjutnya Anda dapat berjalan kaki.

Meskipun perkampungan nelayan, namun tidak seperti perkampungan nelayan kebanyakan yang terlihat kumuh. Bontang kuala ini justru terlihat rapi dan juga bersih. Bahkan terdapat tempat nongkrong yang asik.

Fasilitas yang dapat Anda temui dilokasi obyek wisata Desa Bontang Kuala antara lain arena bermain seperti ayunan anak-anak, tempat peristirahatan (shelter), WC Umum/ toilet umum, panggung pertunjukan dan sarana jalan/ jembatan yang permanen, serta terdapat pula café, rumah makan dan restaurant yang refresentatif. Anda bisa mencicipi kuliner khas Kota Bontang yang kebanyakan merupakan hasil olahan dari laut, seperti ikan bakar dan gamis bawis yang sangat legendaris disana.

Gammi Bawis, makanan khas Bontang
Sumber: www.cookpad.com
Ikan Bakar Baronang,
Sumber: www.keywordsking.com
  1. Taman Mangrove BSD

Wisata ke taman mangrove yang terletak di perumahan BSD (Bukit Sekatup Damai) Jalan Gunung Batur, menjadi salah satu alternatif wisata alam di Kota Bontang. Taman Mangrove ini  cukup untuk menjadi hiburan warga yang butuh dengan suasana adem, nyaman, asri dan juga suasana alami oleh banyaknya pohon bakau. Suasana yang asri dan adem ini membuat taman mangrove BSD dijadikan sebagai salah satu tempat wisata liburan keluarga.

Taman ini memiliki 7000 pohon mangrove di sepanjang pantai dan perairan dangkal.selain itu disediakan juga pondok berteduh yang berada disekitar jembatan kayu yang melikuk berada diantara pohon mangrove. Anda dapat menikmati ke indahan alam yang ada di kawasan wisata ini dengan cara berjalan kaki mengelilinginya. Anda juga bisa cukup duduk-duduk saja di bangku yang telah tersedia dan menghabiskan waktu dengan menikmati pemandangan atau membaca buku sambal menunggu matahari terbenam.

Untuk dapat masuk ke lokasi, Anda harus membayar tiket masuk sebesar Rp 7.500/pengunjung. Di dalam taman ini terdapat beberapa restaurant yang menjajakan berbagai menu yang siap menemani waktu Anda. Anda juga bisa membawa makanan yang Anda masak sendiri dan memakannya di bangku/pondok.

Menurut bontang.prokal.com, selain warga Bontang, banyak pengunjung dari luar kota. Seperti Samarinda, Tenggarong, Balikpapan, Sangatta, hingga Tarakan. Jika sedang musim liburan, pondok/gazebo yang berjumlah sekira 60 unit pun semuanya juga telah penuh ter-booking oleh pengunjung.

Sumber: www.jktgo.com

 

 

Diolah dari: wikipedia, travel detik, pariwisata kaltim, travel bontang

Share this post

6 thoughts on “BONTANG DAN WISATA ALAMNYA

  1. Please let me know if you’re looking for a article writer
    for your blog. You have some really good posts and I feel I
    would be a good asset. If you ever want to take some of the load off, I’d love to write some articles for your blog in exchange for a link back to mine.
    Please blast me an e-mail if interested. Regards!

    Reply
  2. I loved as much as you will receive carried out right here.
    The sketch is tasteful, your authored subject
    matter stylish. nonetheless, you command get got an nervousness over that you wish
    be delivering the following. unwell unquestionably come more formerly again as exactly the same nearly very
    often inside case you shield this hike.

    Reply

Post Comment