MAGANG? PKT AJA. VERY RECOMMENDED!

MAGANG? PKT AJA. VERY RECOMMENDED!

Kita semua sepakat bahwa pendidikan sangat penting dan vital untuk akselerasi pembangunan suatu negara. Ilmu-ilmu yang kita peroleh apabila telah diaplikasi akan dirasakan kebermanfaatannya. Aplikasi ilmu dari pendidikan bisa didapatkan melalui internship atau magang, sebagaimana yang sedang saya alami saat ini.
Saya mendapatkan kesempatan internship di PT. Pupuk Kaltim (PKT) pada semester 7, tepatnya pada bulan Oktober-Desember. Motivasi saya mengapa mengajukan proposal magang kesana karena ini berhubungan erat dengan program studi saya, Teknik Kimia. Teknik Kimia merupakan disiplin ilmu yang cakupannya sangat luas, khususnya pada proses yang terjadi di industri. Alasan inilah yang menyebabkan Teknik Kimia juga disebut Teknik Proses.
Saya yakin bahwa pabrik petrokimia memiliki proses dan peralatan yang cukup lengkap sehingga dapat memfasilitasi pembelajaran saya. Dan pabrik pupuk termasuk dalam kelompok industri petrokimia. Pabrik pupuk memiliki banyaaaaakk sekali instrument termasuk reaktor, tempat terjadinya reaksi. Tidak banyak industri yang memiliki reaktor, sekalipun dalam industri refinery minyak umumnya tidak punya reaktor. Paling mentok untuk industri refinery minyak ya sampai menara distilasi. Pabrik pupuk biasanya menggunakan reaktor jenis fixed bed yang bisa mereaksikan berbagai fase (umumnya fase gas dengan katalis padat). Reaktor jenis ini merupakan reaktor yang paling banyak digunakan dalam industri dan terbilang memiliki perancangan cukup kompleks daripada reaktor lain.

(Sumber: pupukkaltim.com)

Alasan lain yang membuat saya memilih PKT adalah karena saya ingin berkunjung ke banyak tempat dan bertemu dengan banyak orang. Saya ingin mengetahui sejauh mana saya bisa bertahan hidup di luar zona nyaman. Seberapa jauh saya bisa bertahan hidup dengan lingkungan yang benar-benar baru, sebaik apa saya mampu beradaptasi dan menghadapi banyak hal yang berdatangan di luar prediksi saya. Saya sudah merasakan bagaimana hidup di Jawa dengan kultur Jawa yang kental, di Batam dengan kultur melayu dan sekarang Bontang di tanah Borneo, tanah yang didominasi oleh suku Dayak.
Well, saya bisa bilang bahwa magang disini recommended banget sih. Mengapa begitu?
1. Waktu Pelaksanaan
Kebanyakan teman saya memilih magang di pulau Jawa dengan alasan jarak dan waktu. Industri di Jawa jaraknya jelas lebih dekat dari Solo dibandingkan luar Jawa. Umumnya waktu yang diminta industri-industri itu untuk magang hanyalah 1 bulan. Bagi mereka yang ingin segera menyelesaikan magang sah-sah saja sebenarnya memilih magang dengan sistem seperti ini.
Emang kalo PKT gimana sih?
PKT menyediakan waktu 2 bulan untuk mahasiswa yang magang disana. Karena saya niati untuk belajar, saya tidak merasa keberatan menghabiskan waktu 2 bulan disana. Bahkan 2 bulan untuk mempelajari keseluruhan proses di pabrik terbilang sangat singkat.
2. Sistem Diklat
PKT memiliki sistem diklat yang (menurut saya) sangat bagus. Bahkan sejauh ini saya belum menemukan industri lain di Indonesia dengan sistem diklat sebaik PKT.
Emang gimana sih sistem diklatnya?
Untuk bisa magang di PKT, kamu harus mengajukan proposal permohonan magang satu tahun sebelum pelaksanaan magang. Misal kamu ingin magang 2017, maka ajukanlah 2016 dan seterusnya. Saya juga demikian: mengajukan awal November 2016 dan diterima magang periode Oktober-Desember 2017. Beberapa teman magang satu periode ada yang mengajukan awal tahun 2017 dan magang akhir tahun 2017 sehingga masa tunggu yang dihabiskan tidak sampai satu tahun. Penempatan waktu magang didasarkan pada kuota setiap kloter. Apabila kuota sudah terpenuhi, maka akan dimasukkan pada kloter berikutnya.
Mengapa harus diajukan setahun sebelum pelaksanaan?
Untuk memudahkan pembagian peserta pada kloter-kloter yang tersedia. PKT menerima mahasiswa/siswa SMK magang dalam jumlah yang cukup besar, bisa lebih dari 100 orang per kloter. Selain itu, PKT hanya menerima magang mahasiswa tingkat akhir. Barang kali ini berhubungan dengan kesiapan bekal ilmu yang diperoleh di perkuliahan.
Ada berapa kloter magang sih di PKT?
PKT mempunyai 4 kloter magang setiap tahunnya, yaitu:
Periode I : Januari-Maret
Periode II : April-Juni
Periode III : Juli-September
Periode IV : Oktober-Desember
PKT memiliki anggaran dana yang cukup besar untuk penyelenggaraan diklat ini (denger-denger sih 400-500 jt per tahun). Selain itu pembimbing lapangan yang kamu dapatkan akan menerima ‘gaji’ dari departemen diklat sehingga bimbingan yang diberikan kepada peserta dapat berjalan secara maksimal.
Selain itu, peserta di setiap periode dapat memperoleh banyak teman di seluruh Indonesia. Management diklat PKT juga mengupayakan adanya forum-forum atau agenda-agenda yang dapat mempererat tali pertemanan dan dapat mengakrabkan peserta magang setiap periode.

Dokumentasi Pribadi

3. Fasilitas
Nah, ini bagian paling signifikan yang membedakan PKT dengan perusahaan lain yang sama-sama menyelenggarakan magang. Fasilitas. Tidak seperti instansi lain yang jarang memberikan banyak fasilitas kepada peserta magang, PKT memberikan fasilitas yang cukup lengkap. Yaahh, kalo instansi lain paling mentok cuma bisa kasih pesangon (bahkan ada juga yang gamau ngasih), magang di PKT kamu akan mendapatkan lebih.
Fasilitas apa saja yang bisa kamu peroleh selama magang di PKT?
 Mess/tempat tinggal bagi peserta yang berasal dari luar Bontang
 Makan siang selama pelaksanaan magang
 Pengobatan ringan (untuk opname, ditanggung sendiri oleh peserta)
 Makan pagi dan malam pada hari pertama kedatangan
 Uang saku yang disesuaikan kemampuan PKT
Cukup lengkap bukan? Meskipun harus jauh-jauh kesana naik pesawat dari Solo, setidaknya saya dapat kompensasi yang lumayan banyak. Mess yang diberikan jangan dikira kumuh atau berdesak-desakan dengan banyak peserta yaaa. Karena mess yang diberikan (bagi saya) tampak seperti homestay gitu. Jadi setiap kamar wisma putri memiliki memiliki dua single bed, satu set meja kursi, AC dan kulkas. Selain itu mess juga menyediakan mesin cuci dan dapur bersama. Terdapat dua dapur, yaitu dapur mahasiswa dan mahasiswi. Untuk wisma laki-laki tidak terdapat kulkas di setiap kamar, namun tersedia kulkas untuk dipakai bersama. Cukup nyaman bukan?
Bukannya perhitungan atau bagaimana sih. Saya rasa kompensasi yang diberikan oleh instansi juga penting untuk dipertimbangkan. Gak usah naif deh, mentang-mentang “cuma PKL”, bukan berarti kamu ga suka dengan kompensasi ‘kan? Bahkan banyak peserta magang mengharapkan kompensasi yang akan diterimanya besar. Well, penggambaran saya ini bertujuan untuk menunjukkan seberapa jauh PKT sebagai salah satu BUMN sekaligus obyek vital nasional siap dalam melayani peserta magang. Kesiapan itu hanya dapat tercapai dengan memiliki management diklat yang solid.

(Sumber: pupukkaltim.com)

4. Keramahan Karyawan
Yang satu ini sifatnya tentative, artinya tidak semua peserta akan memiliki persepsi yang sama dengan saya. Kebetulan saya ditempatkan di unit kerja 1A dengan produksi amoniak terbanyak dari lima unit yang ada. Saya menemukan karyawan-karyawan yang bekerja di pabrik 1A sangat friendly (ramah) dan bersahabat. Meskipun unit 1A tidak memiliki karyawan perempuan, karyawan laki-laki juga baik kok, gak nyeremin 😀 banyak karyawan yang mengajak kami bercanda. Obrolan kami pun bisa berjalan sangat santai meskipun pembahasannya seputar pabrik. Sebagai peserta PKL, saya juga diberikan seperangkat K3 seperti helmet, safety shoes dan ear plug. Saya juga bisa menggunakan dapur umum misalnya membuat minuman atau apa saja yang tersedia disana. Bahkan saya juga diperbolehkan oleh sekretaris manager plant 1A menggunakan mesin fotokopi dan printer untuk keperluan penyusunan laporan saya.

(Sumber: it.avatar-nusantara.com)

Nah, itulah beberapa hal yang bisa saya informasikan terkait magang di PKT. Apa yang saya tulis ini berdasarkan apa yang saya alami langsung saat magang yaaa (tidak menutup kemungkinan akan berubah). Kita tidak boleh underestimate ya biarpun kita “hanya PKL”. Karena PKT sangat penyambut peserta-peserta magang. Jangan dikira mentang-mentang “cuma magang” kamu bisa berlaku seenaknya. PKT mempunyai sanksi yang tegas bagi setiap pelanggaran. Bahkan peserta magang pun harus check lock (finger print) setiap masuk dan pulang kerja. Selain itu, kami juga diberi RFID (Radio Frequency Identity), sejenis kartu yang bisa memudahkan akses kami kemana saja. RFID-lah yang bisa membuat kami melewati barriers gate.
Meskipun tergolong industri petrokimia, PKT juga menerima disiplin ilmu lain non-teknik yang bisa ditempatkan di luar kawasan pabrik (non-pabrik). Kalau kamu mengambil prodi management atau informatika juga bisa magang disini lhooo… kamu akan ditempatkan sesuai prodi yang kamu pilih.
Semoga informasi di atas dapat membantu dan bisa jadi bahan pertimbangan bagi kamu yang tengah mencari tempat-tempat magang. Pokoknya PKT recommended bgt deh. Karena ini BUMN, jadi sudah pasti kamu memiliki akses yang mudah dalam menggali segala informasi yang dibutuhkan (BUMN biasanya open source of information kok, gak kayak industri swasta yang banyak secret-nya). Selamat mencoba!

Share this post

Post Comment