MAHASISWI TEKNIK: KEREN DAN MENAWAN

MAHASISWI TEKNIK: KEREN DAN MENAWAN

Iklan Premium

Fakultas Teknik merupakan salah satu fakultas yang umumnya memiliki jumlah mahasiswa terbanyak selain fakultas keguruan dan ekonomi. Hal ini barang kali berkaitan dengan beberapa program studi (prodi) yang ditawarkannya cukup menarik minat calon mahasiswa baru. Program studi yang ada antara lain Teknik Kimia yang berfokus pada proses industri pabrik, Teknik Mesin berfokus dengan permesinan (otomotif), Teknik Industri berfokus pada segala aspek industri termasuk menejerial di dalamnya, Teknik Arsitek dan Teknik Sipil dengan bangunan dan infrastruktur. Mungkin karena lingkup studi yang berkisar dengan keteknikan inilah menyebabkan Fakultas Teknik didominasi oleh laki-laki.

(Sumber: leadblog.ca.com)

Meski demikian, bukan berarti kesempatan untuk perempuan tertutup. Perempuan juga mempunyai kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam hal pendidikan, termasuk perguruan tinggi. Terdapat pula mahasiswi yang berkecimpung di dalam Fakultas Teknik, meskipun jumlahnya tidak sebanyak mahasiswa. Saya pun juga menggeluti salah satu jurusan Teknik di salah satu universitas swasta terbesar di Indonesia. Hmm, kira-kira bagaimana ya rasanya berada di lingkaran laki-laki Fakultas Teknik? Well, saya pribadi merasa keren! Mengapa begitu? Inilah alasannya!

  1. Komposisi mahasiswa yang sangat variatif

Saya mengakui bahwa Fakultas Teknik memiliki komposisi mahasiswa yang lebih kompleks dan menyeluruh. Berbeda dengan FAI yang notabene-nya para alim atau FKIP yang rapi dan “ngemong”, karakteristik mahasiswa Teknik sangat beragam. Setelah menyelami dunia keteknikan selama hampir 4 tahun ini, ada sebagian mahasiswa yang maskulin, ada yang religious, bahkan ada pula yang feminine. Meskipun saya akui jurusan di Fakultas Teknik memiliki jadwal yang sangat padat dengan tugas dan praktikum, saya masih bisa menemukan sebagian perempuan yang masih menyempatkan merawat diri. Ada mahasiswa yang sangat study-oriented dan ada juga yang take-it-slow. Dengan keragaman kepribadian mahasiswa-nya membuka kesempatan bagi kita untuk memahami banyak karakter, bagaimana beradaptasi dalam lingkaran pergaulan mereka dan menemukan kemiripan kita dengan kelompok tertentu sehingga kita bisa lebih mengenal diri kita sendiri.

  1. Menantang

    (Sumber: nerdwallet.com)

Saya sudah katakan bahwa seluruh jurusan Fakultas Teknik memiliki jadwal yang sangat padat. Sebab tugas yang diberikan dosen dengan deadline yang saling kejar-mengejar, juga praktikum yang menguras tenaga, pikiran dan waktu. Dalam kondisi yang seperti ini sangat diperlukan keahlian menejemen waktu dan stamina prima. Tidak jarang waktu istirahat kita pun “terkorupsi” untuk mengerjakan tugas. Jika kita tidak pintar menyiasatinya, pada akhirnya tubuh kita akan drop. Praktikum yang kita lakukan juga cukup menantang. Kita akan dituntut melakukan sesuatu yang belum pernah kita lakukan. Contohnya bagi mahasiswi yang berkecimpung di Teknik Sipil, dia akan mulai bersinggungan dengan tanah, semen dan beton, Teknik Elektro dengan aliran listrik, kabel dan rangkaian arusnya, dan sebagainya. Pengalaman-pengalaman yang berhubungan dengan jurusan Anda akan semakin kaya saat Anda melakukan kerja praktik di suatu instansi/perusahaan.

  1. Teman laki-laki sebagai “penjaga” kedua

    (Sumber: proportionair.com)

Untuk poin yang satu ini, mohon diartikan dalam perspektif positif yaaa… Bagi Anda yang menuntut ilmu yang mengharuskan Anda untuk kos membuat Anda tinggal berjauhan dari keluarga. Di lain sisi, kerja kelompok dan rapat organisasi yang menyita waktu tidak jarang memaksa Anda pulang larut. Berteman dengan laki-laki memungkinkan Anda akan memiliki “penjaga” kedua selain ayah. Anda akan merasa lebih aman jika pulang larut malam diantar teman laki-laki daripada perempuan bukan? Apalagi saat ini sedang marak kasus pembegalan di sudut-sudut jalan gelap.

Pertemanan laki-laki terkesan jujur dan blak-blakan. Anda tidak perlu “jaim” jika sudah dekat dengan mereka. Meskipun perkataan mereka terkadang kasar dan sering dibumbui dengan umpatan, namun itulah yang membuat berteman dengan mereka terasa apa adanya.

  1. Eksplorasi tanpa batas

Cakupan ilmu Teknik sangatlah luas. Apa yang kita terima dari kelas perkuliahan tidak pernah dirasa cukup untuk menjawab kebutuhan lapangan kerja. Sebab apa yang kita pelajari ini masih bersifat umum sedangkan yang dibutuhkan industri haruslah spesifik. Oleh karena itu, pengalaman kerja (magang) sangat diperlukan untuk melengkapi skill yang kita miliki. Kendati tujuan dari magang adalah untuk mengasah ketrampilan, kenyataannya apa yang kita terima lebih dari itu. Tidak hanya belajar teknis, kita akan belajar bagaimana hierarki suatu perusahaan, menejerial-nya dan segala aspek di dalamnya.

  1. Problem-solving Thinker

    (Sumber: techstory.in.com)

Fakultas Teknik berhubungan dengan bagaimana cara kita menyelesaikan suatu permasalahan sosial melalui seperangkat mekanisme yang telah ditetapkan. Belajar di Fakultas Teknik melatih kita untuk menghadapi banyak studi kasus dan bagaimana untuk menyelesaikan kasus itu. Studi kasus itu bisa tertuang dalam mata kuliah maupun persoalan-persoalan yang kita temui selama proses pendidikan tersebut. Apa yang kita lakukan selama kuliah dan cara berpikir yang terbentuk selama menuntut ilmu akan terbawa seumur hidup.

Itulah alasan mengapa menjadi perempuan di lingkaran Teknik terlihat keren dan menarik. Untuk Anda para perempuan, jangan hanya menspesialisasi jurusan Teknik untuk kaum laki-laki yaaa… Perempuan di Teknik juga bisa sama menawan dan berprestasinya layaknya laki-laki. Fakultas Teknik juga menawarkan masa depan cerah selama Anda bisa memenuhi apa yang diminta. Jadi jangan ragu yaaa jika ketertarikan Anda memang di bidang ini, berkecimpunglah! 😊


Iklan Premium

Share this post

Post Comment