MENULIS ITU SULIT? MITOS! COBALAH DENGAN 4 LANGKAH INI

MENULIS ITU SULIT? MITOS! COBALAH DENGAN 4 LANGKAH INI

Definisi menulis bagi saya adalah perihal seni merangkai kata menjadi satu kesatuan utuh yang padu dan mudah dipahami sehingga maksud yang ingin disampaikan dapat tertuang dengan baik. Banyak yang mengaku tidak bisa menulis karena mengaku sulit, tidak bisa, tidak berbakat dan sebagainya. Padahal menurut saya kemampuan menulis menjadi suatu keharusan khususnya bagi insan akademisi dan masyarakat umumnya. Mengapa demikian? Sebab dengan kemampuan tersebut, ada banyak manfaat yang dapat diperoleh.

Kali ini saya akan membagikan tips-tips dalam menulis yang saya peroleh melalui pengalaman-pengalaman pribadi. Sederhana namun jika diterapkan bisa cukup berdampak. Cara ini mungkin berhasil untuk beberapa orang, mungkin juga tidak untuk sebagian. Yang pasti tidak ada salahnya mencoba bukan?

  1. Tetapkan kerangka karangan

Banyak yang berpikir bahwa untuk memulai suatu tulisan, pertama kali yang harus dilakukan adalah membuat judul. Pun saya pernah berpikir serupa. Namun apa yang saya temui setelah judul dibuat adalah kesaklekan. Tulisan saya tidak bisa mengalir leluasa akibat terlalu berpaku denga judul dan tidak melihat sudut pandang lain lebih luas. Dan akhirnyaaaa mandek. Lain halnya jika yang kita tentukan di awal adalah kerangka karangan. Kerangka karangan ini jelas berbeda dengan judul. Jika judul diungkapkan umumnya dengan satu kalimat, maka jika kerangka karangan diungkapkan dengan beberapa rangkaian kata (bisa juga kalimat pendek) yang setiap rangkaiannya menguraikan maksud yang tidak sama. Untuk lebih jelasnya, silakan cermati bagan berikut.

Dokumen Pribadi

Menurut hemat saya bagan merupakan penggambaran singkat inti dari isi tulisan yang ingin perlihatkan, yang kemudian akan Anda kembangkan dalam kata-kata yang Anda sukai. Setelah memiliki kerangka karangan, Anda akan merasa “dipandu” dan mengikuti kerangka tersebut untuk mulai merangkai kata sehingga karangan Anda tampak mengalir.

  1. Tentukan main idea

Dari bagan di atas sudah jelas bahwa Anda akan membicarakan perihal motivasi. Anda bisa memulai karangan Anda dengan menjelaskan definisi motivasi dari beberapa ahli, kemudian Anda bisa menambahkan definisi berdasarkan sudut pandang pribadi. Setelah menemukan definisi paling tepat, selanjutnya Anda bisa menyebutkan jenis-jenis motivasi seperti motivasi belajar, motivasi bekerja, motivasi spiritual dan sebagainya. Lalu fokuskan pada apa yang ingin Anda bahas. Anda bisa menentukan satu jenis motivasi misalnya motivasi belajar sebagai pokok bahasan. Selanjutnya beranjak pada faktor-faktor pendukung motivasi. Jelaskan apa-apa yang membuat seseorang rajin dalam belajar, misalnya karena ingin membanggakan orang tua ataupun alasan lainnya. Terlepas dari itu Anda juga perlu menyoroti faktor-faktor penghambat, misalnya sistem pengajaran di kelas yang monoton, tidak menarik sehingga para siswa tidak terlalu memperhatikan penjelasan guru. Akibatnya ketidakpahaman materi yang bersangkutan. Ketidakpahaman itulah yang pada akhirnya membuat siswa malas belajar. Pada dasarnya main idea berasal dari kerangka karangan yang telah Anda buat sebelumnya. Perlu diingat bahwa tidak semua yang telah Anda tentukan dalam kerangka karangan akan dimuat dalam karangan itu sendiir. Boleh jadi Anda meninggalkan beberapa bagian kerangka yang dirasa kurang tepat. Main idea bisa diletakkan di awal/akhir paragraf.

  1. Lengkapi dengan kalimat pendukung

Karangan yang baik membutuhkan beberapa main idea yang telah dipetakan berdasarkan kerangka karangan. Main idea tersebut tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus memiliki beberapa kalimat penjelas untuk membuat main idea terlihat utuh dan padu menjadi satu kesatuan. Kalimat pendukung judul penting untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai isi yang terkandung dalam karangan.

  1. Judul

Biasanya saya memberikan sentuhan terakhir berupa judul. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketertarikan pembaca dimulai dengan melihat judulnya. Jika tulisan Anda bagus bisa jadi sedikit orang yang membacanya sebab tidak bisa menangkap maksud Anda karena first impression judul tidak menggambarkannya. Saya menentukan judul saat karangan saya hampir selesai. Mengapa? Karena pada titik itu adalah dimana saya sudah mengetahui arah pembicaraan/penggambaran yang saya inginkan dari karangan yang saya buat sehingga saya bisa menentukan judul apa yang sekiranya bisa menggambarkan isi dari karangan tersebut. Misalnya untuk kerangka karangan di atas Anda berfokus pada motivasi belajar, maka Anda bisa membuat karangan dengan judul “Pengaruh metode pembelajaran di kelas terhadap motivasi belajar siswa”.

Itulah 4 tahapan yang biasa saya lakukan dalam setiap pembuatan karangan/tulisan. Tidak ada salahnya mencoba, bukan? Karena yang salah adalah tidak mau mencoba sama sekali.

Menulis bukan perkara suka tidak suka, namun bagaimana Anda mengungkapkan pemikiran dan ide yang tertuang dalam suatu tulisan. Tidak peduli sehebat apapun Anda, setelah tiada Anda akan dilupakan. Satu-satunya cara untuk bisa tetap dikenang adalah dengan menulis. Lihatlah betapa dahsyat kekuatan dari rangkaian kata-kata yang tepat sasaran bisa mengubah pemikiran orang lain, bahkan mengubah sejarah suatu bangsa. Menulislah untuk membagikan apa yang kita miliki sehingga kebermanfaatan mengalir dan menginspirasi. Cobalah dari sekarang!


Iklan Premium

Share this post

Post Comment