JURUS JITU MENGATUR KEUANGAN

JURUS JITU MENGATUR KEUANGAN

Iklan Premium

Uang telah menjadi seperangkat alat yang tidak pernah terpisahkan dari kehidupan manusia. Pasalnya ia telah menjadi alat pertukaran dalam perbelanjaan dan berbagai keperluan manusia lainnya. Meskipun uang dapat diinvestasikan dalam banyak bentuk seperti saham dan surat-surat niaga, namun bentuk riil dari uang baik lembaran maupun koin terhitung paling banyak digunakan daripada bentuk-bentuk lainnya. Sebab hanya kalangan masyarakat tertentu saja yang bisa menggunakan uang dalam bentuk lain seperti kartu debet, kredit dan sebagainya.

(Sumber: ilovewayah.com)

 

Umumnya uang diperoleh dengan bekerja. Orang bekerja dari pagi hingga sore lalu mendapatkan upah, gaji dan tunjangan untuk kebutuhan sehari-hari. Banyaknya kebutuhan hidup yang minta untuk dipenuhi mulai dari kebutuhan primer seperti makan, sandang, pangan hingga kebutuhan tersier seperti mobil dan perhiasan membuat banyak orang kesulitan mengatur keuangan. Neraca keuangan sering kali menunjukkan angka berat sebelah. Pasalnya di era globalisasi ini, pembelian-pembelian dilakukan tidak hanya berdasarkan kebutuhan namun juga keinginan.

Kali ini saya ingin membagikan tips-tips mengatur keuangan yang baik berdasarkan pengalaman pribadi melalui kehidupan perantauan dalam perjalanan pendidikan saya. Simak ulasan berikut:

  1. Buat list belanja bulanan

    (Sumber: iiezland.blogspot.com)

Kita pasti memiliki pengeluaran rutin seperti deterjen, peralatan mandi bahkan make up. Kebutuhan barang-barang demikian tergantung pada pemakaian. Artinya bila kita banyak memakainya, maka akan lebih cepat habis. Sah-sah saja bila Anda membelinya seketika barang tersebut habis. Namun saya lebih menyarankan untuk membeli secara periodik daripada membelinya secara tidak teratur. Mengapa demikian? Sebab bila membelinya secara periodik atau berkala, Anda lebih mudah mengetahui seberapa banyak uang yang Anda keluarkan untuk membeli kebutuhan jenis ini. Anda akan lebih mudah mengalokasikan uang untuk kebutuhan jenis lain. Selain tidak terorganisir, pembelian secara random yaitu seketika saat barang tersebut habis memungkinkan terbelinya benda-benda lain yang tidak begitu dibutuhkan. Misalkan saat Anda membeli deterjen di ritel, Anda bisa saja juga membeli cemilan. Pembelian secara periodik berarti Anda akan belanja dalam jumlah lebih banyak (kolektif). Saya sarankan untuk membelinya di pusat grosir daripada di ritel. Harga ritel dan grosir bisa memiliki selisih sekitar 500-2000. Kalikan saja dengan berapa banyak belanjaan Anda. Jauh lebih hemat di grosir bukan?

  1. Catat setiap pengeluaran

    (Sumber: financeukm.blogspot.com)

Meskipun Anda telah membuat list belanja bulanan dan Anda telah membelinya secara berkala, masih ada kemungkinan adanya pengeluaran-pengeluaran tak terduga seperti pulsa, paket internet, bahan bakar dsb. Kebutuhan jenis ini tidak bisa dibeli secara periodik, artinya Anda akan membelinya saat hampir atau sudah habis. Oleh karena itu Anda perlu membuat catatan keuangan setiap bulannya baik kebutuhan yang terprediksi dan yang tidak terprediksi. Dengan demikian Anda bisa mengetahui kisaran pengeluaran setiap bulannya dan menyesuaikannya dengan gaji/pemasukan yang Anda miliki.

  1. Beli berdasarkan kebutuhan

    (Sumber: ashtonstewart.net)

Dunia globalisasi telah membawa dampak modernisasi besar-besaran. Ketiadaan batas dalam globalisasi memungkinkan banyak pengaruh budaya luar yang masuk ke dalam negeri. Kini kita bisa menemui menjamurnya makanan asing seperti sphagetti, burger, pizza dll. Tidak hanya dari segi kuliner, produk-produk lain juga masuk dan bersaing dengan produk dalam negeri. Kecenderungan masyarakat kita adalah merasa lebih bangga menggunakan produk bermerek luar yang lebih mahal. Satu jenis produk bisa memiliki banyak variasi bentuk dan warna. Terkadang seseorang membeli sesuatu karena kepingin akibat melihat orang lain membelinya, bukan karena benar-benar membutuhkannya. Ini terjadi pada pergantian smartphone yang cepat seiring pengeluaran produk seri terbaru dari brand tertentu. Padahal uang yang kita belanjakan untuk keinginan itu bisa jadi nantinya akan benar-benar kita butuhkan. Kita tidak pernah tahu tiba-tiba ada kebutuhan mendesak yang perlu dipenuhi segera. Oleh karena itu, selalu belanjakan uang Anda berdasarkan skal prioritas kebutuhan yaaa…

  1. Jangan melulu turuti keinginan

    (Sumber: libertynews.com)

Sebagai manusia biasa, Anda bisa merasa jenuh dan bosan sehingga akan timbul keinginan-keinginan untuk menyenangkan hati Anda. Saya katakan itu normal. Tidak ada salahnya Anda menurutinya sesekali. Berlibur dan mengunjungi tempat-tempat indah sudah dianjurkan demi kesehatan jiwa, bukan? Namun Anda harus tahu batasan-batasannya sesuai dengan kantong. Karena bila Anda menurutinya terus-menerus uang Anda akan cepat amblas dan akhirnya Anda kesulitan memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer.

 

Demikian tips-tips mengatur keuangan yang bisa saya paparkan. Orang lain bisa juga memiliki tips-tips yang berbeda dalam menyiasati keuangannya. Anda juga bisa merumuskannya sesuai dengan keadaan yang Anda miliki dengan memformulasikannya dari banyak sumber. Selamat mencoba!


Iklan Premium

Share this post

Post Comment