INILAH 4 KARAKTER PEMIMPIN IDEAL YANG HARUS KAMU MILIKI

INILAH 4 KARAKTER PEMIMPIN IDEAL YANG HARUS KAMU MILIKI

Iklan Premium

Manusia yang disebut-sebut sebagai khalifah atau pemimpin yang bertugas mengelola bumi dan isinya ini, nampaknya banyak yang telah melupakan fitrah itu. Menjadi khalifah artinya Anda harus siap untuk memimpin masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan yang terorganisir dan terukur sehingga kemaslahatan bersama dapat tercapai. Alih-alih memimpin masyarakat, apa yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa masih banyak dari kita yang tidak mampu memimpin diri sendiri. Saya katakan demikian sebab masih banyak kasus kriminalitas yang terjadi akibat ketidakmampuan mengendalikan diri sendiri. Kecurangan sana-sini di dunia Pendidikan bahkan telah menjadi rahasia umum yang banyak dilakukan siswa dan oknum-oknum tertentu. Kejahatan kecil ini dapat bermuara pada korupsi yang telah menjamur belakangan ini.

Well, mungkin banyak yang berkomentar bahwa ini merupakan salah presiden A, gubernur B atau bupati C. Kondisi memilukan ini terjadi tentu terjadi sebab ada kesempatan. Dan kesempatan itu tercipta oleh situasi setempat. Bisa jadi memang presiden A yang korupsi, namun sebagai insan yang berakal diharapkan kita dapat mengambil sikap dengan bijak, yaitu menyadari bahwa keadaan demikian harus segera teratasi supaya tidak merembet kemana-mana. Dalam kata lain peran serta kita dalam masyarakat sangat diperlukan.

Fenomena yang terjadi menunjukkan bahwa ke-apatis-an parah telah menjangkit di banyak tubuh pemuda. Bagaimana rancangan sistem akademik berpengaruh sangat besar pada insan terpelajar itu hingga pada akhirnya apa yang diperjuangkan hingga akhir hanya berkutat pada angka-angka di lembar transkrip dengan dalih untuk dapat memenuhi permintaan dunia kerja. Memang tidak dapat dipungkiri janji manis pekerjaan aman dengan tunjangan dan jaminan sosial yang besar masih menjadi idam-idaman kawula muda. Melalui itulah ke-apatis-an muncul, menjangkit dan merembet parah.

Langkah yang banyak diambil insan terpelajar itu kebanyakan mengikuti arus yang telah tercipta melalui pergumulan nilai-nilai lama yang telah melebur. Tidak melakukannya berarti menjadi “berbeda”. Menjadi berbeda berarti harus siap dengan beragam sudut pandang masyarakat yang bebas dilayangkan dalam banyak cara. Artinya kita harus memiliki mental yang tangguh untuk menerima semua komentar yang dilontarkan itu. Kebanyakan dari kita tidak siap menerima perlakuan demikian sehingga cenderung mengikuti arus dan menghindari menjadi “berbeda”. Birokrat kampus memang memiliki kekuasaan dan kekuataan dalam ruang lingkup lebih besar dibandingkan aktivis kampus. Namun itu tidak berarti sebagai aktivis kita tidak bisa mengkritisi kebijakan yang diterapkan kampus. Sebab kita tidak bisa memungkiri bahwa boleh jadi kebijakan itu cenderung merugikan pihak sebelah sehingga perlu diadakan dialog untuk meluruskan hal ini dan menghindari kesalahpahaman.

Nah, yang ingin saya soroti disini adalah pentingnya karakter kepemimpinan yang saat ini telah banyak terlupakan. Memang tidak semua orang dapat menjadi pemimpin. Kesempatan itu hanya dimiliki satu orang dan sisanya akan menjadi “masyarakat” yang mengikuti kebijakan pemimpinnya, dalam hal ini support system. Komunikasi diantara kedua belah pihak penting untuk dijaga. Tidak apa jika kita tidak dapat menjadi pemimpin dalam suatu kelompok/komunitas/organisasi. Setidaknya kita harus mampu menjadi pemimpin bagi diri sendiri. Kemampuan memimpin diri sendiri akan bermuara pada terciptanya kedisiplinan dan integritas yang akan berkontribusi besar dalam keberhasilan karir dan track record kehidupan.

Untuk dapat menjadi pemimpin ideal bagi diri sendiri, setidaknya ada 4 karakter yang harus kamu miliki. Apa saja itu?

  1. Jujur

Jujur berarti mengatakan segala sesuatu berdasarkan kebenaran. Jika salah maka katakan salah, begitupun jika benar. Saat ini kejujuran berharga sangat mahal sebab kejujuran mengharuskan ketidakberpihakan. Menjadi orang jujur dapat membuat Anda kehilangan rekan bahkan kesempatan mendapatkan kecemerlangan karir. Jika Anda sakit, maka Anda tinggal pergi berobat ke dokter. Namun jika Anda terlanjur berdusta, penyakit hati yang timbul sangat sulit disembuhkan bahkan belum ditemukan obatnya. Kedustaan yang Anda ciptakan dapat menghilangkan kepercayaan yang dilimpahkan orang lain di pundak Anda. Rusaknya kepercayaan sulit diperbaiki, kalaupun bisa tidak mungkin kembali seperti semula.

  1. Tanggungjawab

Tanggungjawab berarti Anda siap menanggung segala konsekuensi dan resiko yang timbul akibat tindakan dan keputusan yang Anda ambil. Anda tidak dapat melarikan diri atas apa yang Anda perbuat. Tidak dapat dipungkiri segala sesuatu memiliki resiko yang berbeda-beda, tergantung pada kasus yang kita alami. Bertanggungjawab merupakan sikap dewasa yang harus dimiliki setiap orang. Sebab kita tidak bisa melimpahkan resiko atas perbuatan kita kepada orang lain yang tidak ada sangkut pautnya.

  1. Inovatif

Inovatif berarti memodifikasi apa yang telah ada menjadi sesuatu yang baru dan belum ada sebelumnya. Kita hidup di zaman kompetitif tinggi yang menuntut adanya inovasi besar-besaran. Jika tidak, kita akan kalah saing. Menjadi inovatif berarti Anda mampu melihat kekurangan yang ada dan mengubahnya menjadi kekuatan Anda dengan menyempurnakannya. Dalam hal ini kejelian tentu sangat diperlukan.

  1. Cepat mengambil keputusan

Kehidupan yang menawarkan banyak pilihan pada Anda mengharuskan Anda mampu memilih dengan cepat jalan mana yang akan Anda lalui. Pilihan-pilihan yang datang bergiliran dan Anda diberi kesempatan untuk memutuskannya sebab Anda tidak akan mampu menjalani semuanya. Bahkan saat Anda diam saja, kediaman Anda telah menjadi keputusan Anda yang akan berdampak besar lhooo… jadi bukankah lebih baik memilihnya sendiri dengan penuh keyakinan?


Iklan Premium

Share this post

Post Comment