DESTINASI WISATA SEMARANG PUNYA YANG WAJIB DIKUNJUNGI

DESTINASI WISATA SEMARANG PUNYA YANG WAJIB DIKUNJUNGI

Semarang merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah, disebut sebagai kota terbesar kelima di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan ini memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Kota ini memiliki simbol kepahlawanan yang heroik dibuktikan dengan keberadaan tugu muda Semarang yang dibangun untuk memperingati mereka yang gugur di Pertempuran Lima Hari Semarang.

Meskipun namanya tidak terdengar sesering kota besar lain, Semarang memiliki tempat-tempat pariwisata yang menarik untuk dikunjungi. Semarang kemudian memiliki dua sebutan yaitu Semarang atas dan bawah, dilihat berdasarkan tatanan geografinya. Apa saja tempat wisata di Semarang yang menarik untuk dikunjungi?

  1. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)

    (Sumber: zublint.blogspot.com)

Masjid Agung Jawa Tengah yang berlokasi di kota Semarang, tepatnya di Jalan Gajah Raya. Gajah Raya adalah salah satu masjid termegah di Indonesia yang banyak dikunjungi bukan hanya untuk beribadah saja, melainkan untuk kegiatan wisata juga. Diresmikan pada tahun 2006, Masjid Agung Jawa Tengah yang memiliki luas lebih dari 7.500 meter persegi ini mampu menampung sekitar 16.000 jamaah. Meskipun baru diresmikan pada tanggal 14 Nopember 2006, namun masjid ini telah difungsikan untuk ibadah jauh sebelum tanggal tersebut. Masjid Agung Jawa Tengah dilengkapi dengan berbagai fasilitas lain seperti ruang akad nikah, auditorium, perpustakaan, penginapan, museum budaya Islam, kafe, toko cenderamata, kereta kelinci, tempat bermain anak-anak, dan lain-lain.

  1. Lawang Sewu

    (Sumber: clker.com)

Lawang Sewu adalah nama sebuah gedung kuno di kota Semarang. Dibangun pada tahun 1904 oleh Belanda, Lawang Sewu dulunya berfungsi sebagai kantor perusahaan kereta api Belanda. Nama Lawang Sewu yang berarti seribu pintu berasal dari bentuk bangunannya yang mempunyai banyak pintu dan jendela. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang). Yang menarik dari Lawang Sewu adalah suasana mistisnya yang dilengkapi dengan arsitektur megah khas jaman dahulu. Gedung Lawang Sewu juga mempunyai lantai bawah tanah yang dulunya difungsikan sebagai penjara.

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu, lawing sewu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945) sehingga Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero.

  1. Klenteng Sam Poo Kong

    (Sumber: metrosemarang.com)

Klenteng Sam Po Kong merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama Islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Karena bentuknya merupakan sebuah Gua Batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu, klenteng ini juga disebut Gedung Batu. Bangunan bernuansa merah khas China itu digunakan sebagai tempat peringatan, tempat pemujaan/bersembahyang serta tempat untuk berziarah. Oleh karena lebih dimaksudkan untuk sembahyang, tidak semua orang boleh memasukinya. Bangunan kuil, baik yang besar maupun yang kecil dipagari dan pintu masuknya dijaga oleh petugas keamanan. Hanya yang bermaksud sembahyang saja yang diijinkan masuk sedangkan wisatawan yang ingin melihat lihat bisa melakukan dari balik pagar. Klenteng ini memiliki halaman yang cukup luas dilengkapi dengan berbagai patung, termasuk patung Laksamana Cheng Ho. Halaman luas itu dimaksudkan untuk atraksi kesenian berupa tari tarian, barongsai atau bentuk kesenian lain digelar untuk memperngati hari hari bersejarah yang berhubungan dengan Cheng Ho atau budaya China seperti Hari Raya Imlek dan Hari kelahiran Cheng Ho. Meskipun Laksamana Cheng Ho yang keturunan Persia dan beragama Islam, membuat tempat ini juga banyak dikunjungi oleh mereka yang beragama Islam, termasuk para turis yang datang dari China.

  1. Pagoda Buddhagaya Watugong

    (Sumber: gumayatowerhotel.com)

Pagoda Buddhagaya Watugong berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan merupakan tempat ibadah pemeluk agama Budha sekaligus tempat wisata di Semarang yang menarik untuk dikunjungi karena keunikan dan keindahan bentuk bangunannya. Pagoda yang diresmikan pada tahun 2006 silam ini memiliki ketinggian lebih dari 45 meter dan dinyatakan sebagai pagoda tertinggi di Indonesia oleh MURI. Semuanya bagian dalam komplek Vihara ditata dengan rapi dipadukan dengan keasrian lingkungannya serta ditambah dengan keindahan arsitektur Tiongkok menjadikan tempat ini relatif menyenangkan untuk berziarah serta beribadah maupun sekedar mampir untuk istirahat melepas lelah karena dalam perjalanan.

  1. Pantai Marina

    (Sumber: hiveminer.com)

Pantai Marina terletak di jalan Yos Sudarso, kurang lebih 4 km dari Tugu muda dan bersebelahan dengan Puri Mareokoco. Jaraknya hanya beberapa ratus meter dari Bandara Ahmad Yani. Pantai ini menyimpan pemandangan eksotis khas kota Semarang. Di sisi utara agak ke timur, air laut pantai ini agak sedikit kecoklatan saat musim hujan, hal ini disebbakan karena di sisi timur pantai ini merupakan wilayah bermuaranya sungai banjir kanal barat. Akses untuk menuju ke pantai ini terbilang sangat mudah. Dari pusat kota Semarang hanya dibutuhkan waktu sekitar 15-30 menit. Konon pantai Marina merupakan pantai yang dibuat dari reklamasi daratan. Dulunya tempat ini berupa hutan bakau dan tambak. Kemudian, dilakukanlah reklamasi dan dijadikan bangunan perumahan, pertokoan dan perkantoran dan bagian sebelah utara pantai dijadikan sebagai tempat wisata yang diberi nama Pantai Marina. Pantai yang terletak di sebuah perumahan ini mempunyai fasilitas kolam renang, speed boat, ski air, dan taman bermain anak-anak. Anda bisa lari/jogging di pagi hari, menikmati matahari terbenam di sore hari atau menikmati kuliner yang terjaja dengan apik di malam hari.

  1. Candi Gedong Songo

    (Sumber: infojalanjalan.com)

Candi Gedong Songo berada di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Kompleks candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi. Gedong Songo berasal dari bahasa Jawa, “Gedong” berarti rumah atau bangunan, “Songo” berarti sembilan. Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Di sekitar lokasi juga terdapat hutan pinus yang tertata rapi serta mata air yang mengandung belerang. Percandian peninggalan Hindu ini berada di ketinggian 1200 mdpl tepat di kaki gunung ungaran sehingga suhu di kawasan tersebut cukup sejuk berkisar 19-270C.

  1. Danau Rawa Pening

    (Sumber: wisatarawapeningbejalen.blogspot.com)

Rawa pening, danau sebagai tempat wisata air dengan luas 2.670 ha ini berlokasi di Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang dan banyubiru Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Rawa Pening ini berada di cekungan terendah lereng Gunung Telomoyo, Gunung Merbabu, dan Gunung Ungaran. Konon danau ini memiliki kedalaman yang cukup dalam, namun akibat pertumbuhan enceng gondok yang hampir menutupi seluruh permukaannya sehingga danau ini mengalami pendangkalan. Wisata yang ditawarkan di danau rawa pening antara lain perahu tradisional, area pemancingan alam dan obyek fotografi yang sangat mempesona. Selain itu, enceng gondok juga dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan yang apik untuk dibawa pulang.

 


Iklan Premium

Share this post

Post Comment