10TH NUDC 2017, KALI PERTAMA GELAR KOMPETISI NON-DEBAT

10TH NUDC 2017, KALI PERTAMA GELAR KOMPETISI NON-DEBAT

National University Debating Championship (NUDC) 2017 atau yang dikenal dengan debat bahasa inggris telah sukses digelar pada Minggu-Jumat, 03-08 September 2017. Ajang bergengsi tingkat nasional itu digelar di Universitas PGRI Semarang, tepatnya di gedung pusat. Peserta yang berkompetisi telah melakukan seleksi di tingkat universitas dan kopertis. 14 Kopertis yang telah menyeleksi peserta kemudian mengirimkannya di tingkat nasional. Kompetisi yang diikuti oleh 336 peserta dari 112 perguruan tinggi baik negeri dan swasta ini memperebutkan 2 kategori kejuaraan debat, yaitu maindraw dan novice. Novice merupakan kategori yang diperuntukkan bagi mereka yang tidak pernah breaking di national/international tournament. Bisa dibilang kategori ini dibuat untuk peserta yang belum memiliki kemampuan advance pada kompetisi-kompetisi sebelumnya, sedangkan maindraw untuk mereka yang sudah advance di kompetisi-kompetisi nasional maupun internasional.

Sumber: upgris.ac.id

Rektor UPGRIS Dr Muhdi SH MHum menyampaikan “kehormatan bagi UPGRIS menjadi tuan rumah NUDC 2017. Ajang kreatif dan bergengsi bagi para mahasiswa tanah air yang selalu dinantikan.  UPGRIS terus memberikan dukungan kepada mahasiswa untuk terus menoreh prestasi baik nasional ataupun internasional,”imbuh Dr Muhdi SH, MHum.

Prof. Intan Ahmad, Ph.D. selaku Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan mengatakan, “Berdebat dilatih mendengar, dan menerima perbedaan pendapat dan bagaimana menyampaikan ide-ide. Jadilah pembelajar sepanjang hayat, tidak sampai hanya lulus di Tingkat akademik saja. Pendidikan adalah public goods, karena pendidikan yang baik tidak saja hanya untuk untuk individu, tetapi mengerti  masalah org lain dan mencari cara untuk menyelesaikan masalah itu,”imbuh Intan Ahmad.

Diambil dari IG @alif_aat

Pada masing-masing kategori baik maindraw maupun novice akan memperebutkan champion, 1st runner up, 2nd runner up dan 3rd runner up. Gelaran NUDC yang ke-10 ini berbeda dengan NUDC sebelum-sebelumnya. Pasalnya tahun ini juga dilaksanakan kompetisi non-debat, berupa essay writing dan public speaking untuk peserta yang tidak berhasil lolos di breaking level, yaitu 32 besar maindraw dan 16 besar novice. Semua pemenang kategori debat akan diberi penghargaan berupa medali, piala dan sejumlah pembinaan. Selain itu pemenang maindraw berhak mendapatkan tiket kompetisi Internasional World Universities Debating Championship (WUDC) yang akan berlangsung pada akhir Desember 2017 di Meksiko. Sedangkan untuk non-debat diberi medali dan uang pembinaan.

Berikut ini adalah daftar pemenang dari berbagai kategori pada NUDC 2017

A. Kategori Main Draw

No. Sebagai Nama PerguruanTinggi
1. Champion Alif Azadi Taufik Universitas Indonesia
2. Champion Regina Cara Riantoputra Universitas Indonesia
3. 1st Runner Up Feri Kurniawan Universitas Negeri Malang
4. 1st Runner Up Lisa Ramadhani Harianti Universitas Negeri Malang
5. 2nd Runner Up Muhammad Itqon Askary Institut Teknologi Sepuluh Nopember
6. 2nd Runner Up M. Abdan Syakura Institut Teknologi Sepuluh Nopember
7. 3rd Runner Up Noel Hasintongan Universitas Gadjah Mada
8. 3rd Runner Up Dhanny Lazuardi Universitas Gadjah Mada

 

 

B. Kategori Novice

No. Sebagai Nama PerguruanTinggi
1. Champion Malik Nurahman Politeknik Negeri Sriwijaya
2. Champion Leila Utarina Politeknik Negeri Sriwijaya
3. 1st Runner Up Dimas Prakoso Universitas Sam Ratulangi
4. 1st Runner Up Andika Saputra Popang Universitas Sam Ratulangi
5. 2nd Runner Up Silfi Dia Antika Universitas Lampung
6. 2nd Runner Up Elia Agusta Universitas Lampung
7. 3rd Runner Up Emi Fitri Audina Universitas Tanjungpura
8. 3rd Runner Up Rizka Suhani Universitas Tanjungpura

 

C. Main Draw Best Speaker

No. Sebagai Nama PerguruanTinggi
1. 1st Best Speaker Alif Azadi Taufik Universitas Indonesia
2. 2nd Best Speaker Regina Cara Riantoputra Universitas Indonesia
3. 3rd Best Speaker Dhanny Lazuardi Universitas Gadjah Mada
4. 4th Best Speaker Kezia Sekarsari Institut Teknologi Bandung
5. 4th Best Speaker Ahmad Kushay Institut Teknologi Bandung
6. 6th Best Speaker Noel Hasintongan Universitas Gadjah Mada
7. 7th Best Speaker Feri Kurniawan Universitas Negeri Malang
8. 8th Best Speaker Muhammad Itqon Askary Institut Teknologi Sepuluh Nopember
9. 8th Best Speaker Ahmad Dzulfiqar Adi Universitas Airlangga
10. 10th Best Speaker Shannon Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

 

D. Novice Best Speaker

No. Sebagai Nama PerguruanTinggi
1. 1st Best Speaker Dedy Gunawan Lien Universitas Sumatera Utara
2. 2nd Best Speaker Putri Agustinos Universitas Bengkulu
3. 3rd Best Speaker Sarah Siti Jubaedah Politeknik Negeri Bandung
4. 3rd Best Speaker Frilly Andrelia Utami Universitas Tadulako
5. 5th Best Speaker M. Rizky Hady Eka P. Universitas Hasanuddin
6. 5th Best Speaker Virhans Dipa Alanson Universitas Mulawarman
7. 5th Best Speaker Syarifah Aliyah Fitrisam Universitas Tadulako
8. 8th Best Speaker Khamidah Sulistiya Rini

Nurman

Universitas Bengkulu
9. 9th Best Speaker Daniel Anugerah Universitas Pelita Harapan
10. 10th Best Speaker Malik Nurahman Politeknik Negeri Sriwijaya

 

E. Kategori Essay Writing Competition

No. Sebagai Nama PerguruanTinggi
1. 1st Winner Eka Larasati Oktaviani Universitas Negeri Malang
2. 2nd Runner Up Ghina Nurqori Aina Universitas Bakrie
3. 3rd Runner Up Arida Meilani Universitas Mataram

 

F. Kategori Public Speaking Competition

No. Sebagai Nama PerguruanTinggi
1. 1st Winner Muhamad Urfan Taufik Universitas Negeri Yogyakarta
2. 2nd Runner Up Gunawan Tjokro Politeknik Informasi, Teknologi & Bisnis
3. 3rd Runner Up Arif Dharmawan Suwardi Universitas Terbuka

Dilansir dari belmawa.ristekdikti.go.id Direktur Kemahasiswaan Didin Wahidin yang hadir untuk menutup acara memberikan ucapan selamat, dan memberikan penghargaan kepada para juara, pada sambutannya Didin menyampaikan kegiatan ini amat strategis untuk seluruh peserta, dimana NUDC merupakan salah satu kegiatan dalam kerangka untuk menyamakan langkah bersama dalam mencapai tujuan nasional, Kejuaraan debat ini memerlukan keluasan wawasan, kemampuan berbahasa dan kemampuan berlogika.

Pendidikan di Indonesia selayaknya utuh baik dari sisi keilmuwan, karakter keindonesiaan, dan kemampuan bergaul secara global. Suasana kompetitif seperti ini masih terus dikembangkan untuk mencari orang-orang terseleksi menjadi duta Indonesia dimata Internasional, tegas Didin.

Pada akhir sambutannya Didin berpesan kepada para debater “anda memang  berkamampuan hebat, tetapi anda tidak boleh menjadi orang asing di negeri sendiri”.


Iklan Premium

Share this post

Post Comment