MELEK FINANSIAL: PERBEDAAN ASSET DAN LIABILITAS

MELEK FINANSIAL: PERBEDAAN ASSET DAN LIABILITAS

Iklan Premium

Menurut Robert Kiyosaki, aturan pertama jika ingin kaya: Anda harus mengetahui perbedaan aset dan liabilitas (liability, kewajiban). Meskipun terdengar sederhana, namun banyak orang yang tidak mengerti mengenai gagasan ini. Kebanyakan orang bekerja mati-matian untuk mengejar liabilitas yang menurut mereka adalah aset. Masih banyak yang tidak mengetahu perbedaan keduanya dan kerap terbalik dalam penyebutannya. Liabilitas merupakan suatu harta benda yang wajib kita miliki sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan primer, seperti rumah, kendaraan (motor/mobil), peralatan elektronik, furnitur, dan lain sebagainya. Nyatanya saat ini masih banyak yang menyebut rumah sebagai aset terbesar mereka, sehingga mereka membeli rumah besar dan seringnya dibayar secara kredit jangka panjang dalam jumlah yang cukup besar. Alih-alih menghasilkan uang, liabilitas akan berakhir di kolom pengeluaran Anda. Anda tentu perlu uang untuk membayar tagihan listrik, air, kebutuhan dapur dan sebagainya selama Anda mendiami hunian itu.

Lantas apa itu aset? Aset adalah harta benda yang bekerja menghasilkan uang untuk Anda. Misalnya jika Anda mempunyai rumah makan, usaha laudry, car wash dan sebagainya maka itu semua akan menambah besar penghasilan yang Anda miliki. Pun jika Anda punya rumah, ruko atau tanah yang disewakan maka itu bisa disebut juga sebagai aset. Jadi yang membedakan aset dan liabilitas bukanlah wujud bendanya, namun fungsinya. Boleh jadi Anda memiliki dua mesin cuci: satu untuk rumah pribadi maka disebut liabilitas dan satunya digunakan untuk usaha laundry, maka itu disebut sebagai aset. Untuk lebih memahami kedua istilah ini, perhatikan gambar sederhana yang mengilustrasikannya

Dengan kata lain, aset adalah sesuatu yang menaruh atau memasukkan uang dalam saku Anda sedangkan liablitias adalah sesuatu yang mengeluarkan uang dari saku Anda. Inilah yang perlu Anda pahami. Maka jika Anda ingin kaya, maka habiskan uang untuk membeli aset. Jika Anda ingin miskin atau kelas menengah, maka habiskan hidup Anda untuk membeli liabilitas. Tidak mengetahui perbedaan keduanya, penyebab pergumulan dan kesulitan finansial dalam kehidupan sehari-hari. Panah-panah dalam diagram di atas menujukkan arus kas atau “cash flow”.

Kebutahurufan perihal finansial adalah akar masalah kesulitan finansial. Jika Anda ingin menambah atau mempertahankan kekayaan, maka Anda harus melek finansial baik angka maupun kata. Sebab dalam akuntansi, yang penting bukanlah angka-angka namun apa yang angka itu katakan pada Anda, cerita yang dituturkannya. Banyak orang yang beranggapan bahwa keuangan merupakan suatu hal yang rumit sehingga sulit dipelajari. Namun itu merupakan hal yang sangat penting sebab Anda akan bergumul dengannya seumur hidup Anda. Memiliki landasan finansial dalam hal ini adalah akuntansi adalah suatu keharusan kendati profesi Anda bukanlah akuntan. Bahkan banyak akuntan yang tidak kaya lhooo… meskipun mengerti perihal keuangan, namun mereka tidak cukup berani resiko. Jadi mereka lebih memilih hidup secara aman dengan menerima gaji yang sebenarnya tidaklah terlalu menggembirakan ketimbang beban kerja yang diperoleh.

Menuntut ilmu di sekolah memang penting, sangat penting. Namun kita juga harus menyadari bahwa itu tidak lagi memadai untuk menjawab perubahan zaman yang cepat dan besar. Banyak yang pergi ke sekolah untuk memperoleh ketrampilan professional. Ketrampilan professional inilah yang akan dijadikan modal untuk menghasilkan uang seperti menjadi dokter, pengacara, insinyur dan sebagainya. Namun faktanya, mereka belum maju-maju juga meski sudah bekerja keras. Profesi dokter memang terlihat menjanjikan, tapi tantangan yang hadir kini semakin beragam seperti menjamurnya perusahaan asuransi yang menguasai bisnis kesehatan, intervensi pemerintah, malpraktek dan gugatannya, dan sebagainya. Melihat banyak yang masih bergumul dalam kesulitan keuangan, sekolah tidak lagi bisa menjawab tantangan zaman.

Apa yang hilang dari suatu Pendidikan bukanlah bagaimana cara menghasilkan uang. Namun bagaimana cara membelanjakan atau menghabiskan uang, apa yang Anda lakukan setelah mendapatkan uang. Inilah yang disebut dengan kecerdasan finansial. Apa yang Anda lakukan agar uang itu tidak “diambil” orang, seberapa lama Anda mampu menyimpannya, seberapa keras uang itu bekerja untuk Anda. Anda bisa berpendidikan tinggi, sukses menjadi tenaga professional namun buta secara finansial sehingga Anda bekerja lebih keras daripada yang diperlukan karena Anda diajari bagaimana untuk bekerja keras, bukan belajar bagaimana membuat uang bekerja keras untuk Anda.

Setelah mengetahui perbedaan keduanya, menurut Robert Kiyosaki untuk memulai perjalanan menjadi kaya, pusatkanlah segala usaha Anda hanya untuk membeli aset yang menghasilkan pemasukan. Teruslah lakukan itu hingga kolom aset Anda berkembang, fokuslah menjaga liabilitas sehingga pengeluaran Anda akan turun. Cara ini dapat mendatangkan uang secara terus-menerus, dasar aset Anda akan semakin dalam sehingga Anda mampu melihat investasi lain yang lebih spekulatif.

Hasil telaah Robert Kiyosaki memiliki pengamatan sederhana berikut:

Orang kaya membeli aset

Orang miskin hanya memiliki pengeluaran

Kelas menengah membeli liabilitas yang mereka piker sebagai aset

Setelah mengetahui perbedaan aset dan liabilitas, giliran Anda yang memutuskan langkah mana yang akan Anda ambil, apakah mulai berinvestasi dan menambah aset atau tetap ingin bermain aman. Saya sarankan untuk memilih yang pertama. Semoga berhasil!

 

 


Iklan Premium

Share this post

Post Comment