MALAPETAKA FIRST TRAVEL DENGAN KERUGIAN FANTASTIS SENILAI 550 MILYAR!

MALAPETAKA FIRST TRAVEL DENGAN KERUGIAN FANTASTIS SENILAI 550 MILYAR!

Bagi masyarakat yang hidup di negara belahan timur, agama telah menjadi satu kesatuan yang melebur dalam keseharian. Terlebih di Indonesia yang mengakui Ketuhanan Yang Maha Esa, yang telah termaktub dalam sila pertama Pancasila. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia telah menjadi salah satu negara pengirim Jemaah haji. Haji amat diutamakan dalam syariat. Namun mengingat perjalanan dalam kunjungan ke rumah Allah, yaitu Mekkah dan Madinah menelan biaya yang besar dan kesehatan yang prima, ibadah ini hanya diwajibkan bagi yang mampu menjalankannya.

Sumber: imgarcade.com

Ibadah haji dilaksanakan sekali dalam setahun, yaitu pada bulan Dzulhijjah (kalender qomariyah). Jemaah yang mengunjungi baitullah ini berasal dari para pemeluk agama islam dari seluruh negara sehingga terciptalah sistem penetapan kuota Jemaah. Kerajaan Arab Saudi juga terus melakukan ekspansi ruang-ruang ibadah sehingga bisa menampung Jemaah dalam jumlah yang lebih besar. Peminat haji di Indonesia sangat tinggi. Bahkan terdapat kabar yang menyebutkan bahwa antriannya sangat panjang bisa hingga puluhan tahun.

Selain ibadah haji, ada pula ibadah umrah yang juga dilaksanakan ditempat yang sama. Bedanya ibadah haji hanya satu kali setahun, sedangkan umrah bisa dilaksanakan sepanjang tahun. Tahapan haji sama persis sebagaimana umrah, hanya saja ditambah pelaksanaan wukuf di arafah. Umrah bisa menjadi salah satu alternatif bagi Anda yang ingin segera berkunjung ke rumah Allah tanpa harus lama mengantri. Pengiriman Jemaah haji dan umrah biasanya melalui biro travel tertentu yang mengurus segala keperluan calon peserta sebelum dan saat pelaksanaan. Untuk dapat beroperasi, agen-agen travel tersebut harus mengantongi izin beroperasi dari Kementerian Agama.

Sumber: harnas.co

Bisnis jasa tour/travel dipandang sebagai salah satu bisnis yang potensial sehingga membentuk atmosfir persaingan yang ketat untuk bisa menarik peminat sebanyak-banyaknya. Para pelaku bisnis berusaha menawarkan paket terbaik sesuai yang diinginkan pelanggan. Disamping tawaran paket perjalanan, harga juga merupakan faktor penentu kesuksesan bisnis ini. Namun Anda perlu berwaspada jika harganya terlalu murah. Seperti yang baru-baru ini santer diberitakan di Indonesia tentang kasus umrah murah yang ditawarkan oleh first travel.

Sumber: bisnis.liputan6.com

PT First Anugerah Karya Wisata  atau yang dikenal dengan first travel diduga telah melakukan penyelewengan dana umrah sebanyak 35.000 jemaah dengan nilai 550 Milyar. Dari 70.000 jemaah umrah yang mendaftar, hanya setengahnya yang berhasil diberangkatkan sedangkan sisanya terkatung-katung. Para Jemaah mengaku telah membayar dengan harga yang sangat murah, yaitu 14,3 juta untuk pemberangkatan umrah. Jumlah itu sangat jauh dari ketentuan Kementerian Agama minimal 22 juta untuk umrah.

Kasus ini berawal dari sejumlah calon Jemaah umrah yang telah membayar lunas namun nasibnya terkatung-katung. Sebut saja Asro dan 12 anggota keluarganya yang telah melunasi seluruh ongkos umrah sebesar Rp 186.190.000 pada 14 Juni 2016. Pemberangkatan dijadwalkan pada Desember 2016-Mei 2017. Pihak Asro sudah mengajukan pengembalian (refund) ongkos umrah sejak 24 Maret 2017 namun hingga kini belum mendapatkan respons dari First Travel.

Usut punya usut, ternyata saldo rekening first travel menyisakan angka yang mengejutkan, yakni hanya senilai di kisaran 1,3 juta. Lantas kemana raibnya uang sebanyak itu? Kasus ini pun diselidiki dan ditetapkanlah tersangka kasus ini Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan. Keduanya diduga telah melakukan tindak penggelapan dan penyelewengan dana Jemaah umrah untuk membeli aset-aset pribadi seperti rumah dan mobil juga barang-barang mewah lainnya. Penyelidikan diperluas hingga menyeret nama baru yaitu Kiki Hasibuan selaku komisaris merangkap direktur keuangan yang juga adik dari Anniesa Hasibuan. Selaku direktur keuangan, Kiki harusnya tahu kemana dan bagaimana uang-uang itu mengalir, sudah tahu namun tidak melakukan tindakan apa-apa. Nama Kiki juga tercantum dalam pembelian sejumlah barang mewah.

Saat ini Polisi bekerja sama dengan Kementerian Agama dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menangani kasus penggelapan uang ribuan peserta umrah oleh first travel. Kepolisian telah menyita sejumlah aset seperti rumah dan mobil mewah. Rumah mewah Anniesa dan Andika di Sentul, Bogor juga tak luput disita Kepolisian. Namun ternyata rumah itu telah dijaminkan pada orang lain untuk membayar utang mereka sebesar Rp 80 miliar. Selain itu ditemukan laporan bahwa First Travel berutang untuk pengurusan tiket sebesar Rp 80 miliar, juga menunggak utang di sejumlah hotel di Mekkah dan Madinah, Arab Saudi, senilai Rp 24 miliar. Utang itu dibuat dalam rentang waktu dua tahun, 2015-2017. Pengacara first travel, Deski meminta calon Jemaah yang belum diberangkatkan tetap tenang menunggu sebab first travel masih menjalani proses hukum. Deski meminta pemerintah memberikan waktu pada first travel untuk memberangkatkan Jemaah pada November/Desember mendatang atau mengembalikan uang kepada calon Jemaah.

Sebelumnya pengacara first travel Eggi Sudjana telah mengundurkan diri dalam penanganan kasus ini. Eggi mengatakan jika Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan tidak jujur kepadanya. Menurutnya, kliennya selalu berkelit saat ditanya soal aliran uang dari para calon jemaah First Travel yang telah disetorkan. Hal itu membuatnya kesulitan untuk  melakukan pembelaan.

Sumber: lyceum.id

Belakangan diketahui bahwa Andika Surachman dan Anniesa Devitasari Hasibuan memamerkan gaya hidup glamor di media sosial. Bahkan di IG Anniesa tampak berwarna, begitu cerah, glamor, dan penuh vitalitas. Perhatikan arti kata glamor dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia: tampak mewah, sangat memikat, dan modis. Di instagramnya, Anniesa menyantumkan profesi sebagai fashion designer dan entrepreneur. Belakangan diketahui bahwa Ia memiliki butik dan merek Anniesa Hasibuan Fashion. Pada tahun 2015 Anniesa menggelar fashion show di Kaftan Festival Westfield, London, Inggris; dan Moslema In Style International Fashion Forward, Kuala Lumpur, Malaysia. Berikutnya pada 2016, Anniesa mengikuti Istanbul Modest Fashion Week di Turki, Mercedes-Benz Fashion Week Doha di Qatar, dan New York Fashion Week di Amerika Serikat. ebruari 2017, Anniesa kembali berpartisipasi dalam New York Fashion Week.

Sumber: suratkabar.id
Perbedaan penampilan bos first travel dulu dan sekarang

Deski, mengatakan Anniesa bisa memakai barang-barang bermerek lantaran memiliki butik. “Kalau butiknya (karena) desainer, dia memang ada sponsornya. Jadi sedikit pun nggak pakai uang jemaah, nggak ada hubungannya antara butik fashion dengan (uang) jemaah,” bantah Deski. Deski membantah anggapan bahwa gaya hidup bos First Travel itu dibiayai dari uang umrah jemaah. Keduanya jalan-jalan ke luar negeri dengan barang bermerek murni keuntungan usaha travel. “Wajarlah keuntungan dia ada selama berdiri 7 tahun, memang cari dari situ. Nggak pakai uang jemaah,” ujarnya.

Ia menyebutkan First Travel tengah mengupayakan penangguhan penahanan dua bosnya yang ditahan oleh Bareskrim Mabes Polri, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. Jika penangguhan dikabulkan, Deski menjamin jemaah dapat berangkat umrah. “Mereka selaku direktur bertanggung jawab untuk tetap memberangkatkan jemaah di bulan November dan Desember,” kata Deski. Dia mengklaim, masih banyak jemaah yang ingin diberangkatkan umrah oleh First Travel.

Berkaca dari kasus tersebut, Ketua Komisi Hukum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikhsan Abdullah mengimbau kepada Pemerintah khususnya Kementerian Agama (Kemenag) untuk semakin meningkatkan pengawasannya ke agen-agen travel yang menyediakan jasa pergi Haji dan Umroh. Lebih jauh, Ikhsan menegaskan hal dugaan penipuan dan penggelepan dana travel Umrah tersebut jelas sangat merugikan umat. Mengingat, niat baik umat untuk pergi ke tanah suci harus dicederai dengan adanya kasus seperti ini.

 

 

 


    Iklan Premium

    Share this post

    Post Comment