3 KEGIATAN YANG SAYANG JIKA DILEWATKAN SAAT DI BANGKU PERKULIAHAN

3 KEGIATAN YANG SAYANG JIKA DILEWATKAN SAAT DI BANGKU PERKULIAHAN

Pendidikan masih menjadi komoditi mahal di Indonesia. Di daerah terpencil, biasanya hanya terdapat SD, paling banter SMP/MTs. Itupun dengan fasilitas seadanya dan dengan akses yang sulit. Di beberapa pulau kecil di Batam, Kepulauan Riau untuk menuju jenjang SMA, setidaknya harus menyebrangi pulau dengan sampan sekitar 30 menit. Sedangkan di pedesaan, kurang dari 30% siswa lulusan SMA/sederajat yang melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Rasanya masih sulit bagi Indonesia untuk mampu membiayai putra-putrinya di bidang Pendidikan. Sebut saja beberapa negara seperti Finlandia, Swedia, Jerman, Mesir, dan Taiwan yang menggratiskan sekolah hingga sarjana karena alokasi pendanaan pemerintah yang cukup besar di sektor ini.

(Sumber: pinterest.com)

Mahalnya biaya pendidikan di Indonesia menjadi faktor utama penetrasi pengetahuan dan teknologi terhambat sehingga daerah terpencil dan terluar Indonesia sulit berkembang. Bahkan kebanyakan sarjana yang berasal dari desa lebih memilih merantau ke luar untuk mencari penghidupan lebih baik. Hal ini dianggap wajar, sebab di pedesaan tidak ditemukan bangunan-bangunan tinggi yang difungsikan sebagai perkantoran, pusat-pusat perbelanjaan,ataupun kawasan industri yang menawarkan pekerjaan bergaji tinggi.

Fenomena tersebut amat disayangkan. Bagaimana suatu negeri seperti Indonesia dengan potensi dan sumber daya luar biasa yang banyak diirii oleh negara lain. Manajemen buruk bisa menjadi kendali terbesar mengapa kemajuan negeri ini lebih lambat dibanding dengan negeri tetangga. Alih-alih bisa menyediakan biaya yang terjangkau, bahkan biaya perkuliahan di Indonesia terbilang mahal. Kendati pemerintah memiliki beberapa program beasiswa seperti beasiswa unggulan yang meng-cover seluruh biaya Pendidikan, bidikmisi untuk mahasiswa tidak mampu yang men-cover biaya Pendidikan dan uang saku untuk biaya hidup, namun itu dirasa belumlah cukup karena ruang lingkup jangkauannya kecil. Umumnya beasiswa Pendidikan yang ditawarkan pemerintah untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ramai peminat dengan kuota mahasiswa yang dibatasi setiap tahunnya sehingga kompetisi terbilang tinggi. Banyak yang berjuang mati-matian untuk bisa memasuki PTN sebab biaya yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Swasta yang memiliki kualitas yang sama. Katakanlah bila di PTN kita membayar 1-5 juta tergantung UKT yang diperoleh, maka di PTS harganya menjadi 6 juta dipukul rata untuk semua mahasiswa. Bahkan ada PTS yang menawarkan angka belasan hingga puluhan juta yang dibayarkan setiap semesternya.

(Sumber: medan.tribunnews.com)

Jadi, bila hingga detik ini Anda bisa menikmati “barang mewah” bernama kampus, sudah tentu Anda patut bersyukur dan memanfaatkan kesempatan langka ini sebaik-baiknya. Namun sayangnya tidak semua merasa beruntung dan banyak waktu yang tersia-sia untuk kegiatan yang kurang berfaedah. Padahal saat di bangku perkuliahan adalah kesempatan Anda untuk eksplorasi potensi sebanyak-banyaknya mengingat ketersediaan organisasi mahasiswa (ormawa) kampus yang siap menampung dan mewadahi mahasiswa untuk berkembang. Selain itu, di fase inilah Anda berkesempatan bertemu orang-orang kece yang inspiratif dari berbagai latar belakang yang siap mengawal transformasi pribadi Anda.

Artikel kali ini akan membahas kegiatan-kegiatan yang harus Anda lakukan selagi kuliah. Apa sajakah itu? Ini dia 3 jenis kegiatan yang sayang jika Anda lewatkan!

  1. Aktif Organisasi

    Koleksi Pribadi

Yang ini pasti tidak asing di telinga Anda, bukan? Ada begitu banyak manfaat mengikuti organisasi yang sudah menjadi rahasia umum. Bilang mahasiswa baru (maba) ditanyai mengapa mereka tertarik mengikuti organisasi, umumnya mereka akan menjawab agar mendapatkan banyak kenalan (koneksi) dan supaya mampu menghadapi orang dengan berbagai karakter (intrapersonal). Padahal ada lebiiiih banyak kebaikan dari keikutsertaan kita di organisasi selain keduanya, seperti:

a. Kemampuan time management

Ketika Anda memasuki dunia perkuliahan, Anda tidak hanya dihadapkan pada pelajaran layaknya anak SMA. Namun Anda juga dituntut untuk mampu belajar mandiri. Biasanya dosen akan memberikan tugas-tugas lebih banyak baik tugas individu ataupun tugas kelompok. Anda dituntut untuk mampu mengerjakan keduanya tepat waktu kendati materi yang ditugaskan belum dijelaskan di kelas. Di samping itu, dengan mengikuti organisasi Anda akan banyak disibukkan dengan rapat dan proker kerja yang kejar tayang. Anda juga butuh waktu untuk bersenang-senang dan bergaul dengan teman-teman Anda.

Koleksi Pribadi

b. Komitmen dan Konsisten

Dengan mengikuti organisasi Anda dituntut untuk memberikan komitmen penuh dan konsisten selama mengurusnya untuk memastikan roda organisasi berjalan lancar. Komitmen menurut KBBI perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak. Biasanya Anda dituntut untuk loyal saat pemetaan kepengurusan. Sedangkan konsisten berarti 1. tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 2. selaras; sesuai. Ini dimaksudkan agar Anda menaati kebijakan pengurus yang berlaku saat itu sehingga kerja sama tim tercapai.

  1. Magang

    (Sumber: carlsonschool.umn.edu)

Biasanya magang atau kerja lapangan/kerja praktik dilakukan menginjak semester akhir. Untuk beberapa jurusan, magang bersifat opsional. Namun saya sangat menganjurkan Anda untuk melakukannya. Mengapa? Karena dengan mengikuti magang, Anda bisa mendapatkan gambaran pekerjaan seperti apa kelak yang sesuai dengan program studi Anda. Dengan gambaran tersebut, Anda bisa mengetahui kondisi lapangan riil sehingga Anda tidak kaget saat terjun langsung. Anda bisa menilai apakah Anda menyukai karir di bidang itu ataukah masih ingin mencoba berkarir di bidang lain yang sesuai dengan track record Anda meski melenceng dari latar belakang pendidikan yang Anda miliki.

  1. Pengmas/kerelawanan

    (Sumber: analis.poltekkesdepkes-sby.ac.id)

Ini yang sering dilupakan oleh kebanyakan mahasiswa. Fenomena kehidupan mahasiswa yang cenderung hedonisme di tengah-tengah kota metropolitan sudah merebak termasuk pada mereka yang berasal dari desa dengan kemungkinan kecil bakal bersinggungan sehingga pengmas atau pengabdian masyarakat menjadi pilihan dengan sedikit peminat. Pasalnya selama menjalani pengmas, Anda harus mengunjungi daerah terpencil yang susah sinyal dan akses kendaraan sulit. Jangankan restoran atau mall bahkan untuk sekedar mesin atm saja rasanya sangat sulit ditemukan. Mengikuti pengmas penting untuk menyadari pentingnya potensi yang Anda miliki dimanfaatkan untuk membangun desa-desa kecil. Faktor penghambat kemajuan daerah terpencil sering kali karena keterbatasan sumber daya manusia yang bersedia mengabdikan diri mengembangkan potensi masyarakatnya. Ini yang amat disayangkan oleh banyak pihak saat tenaga dan jiwa muda tidak memiliki keinginan untuk membangun daerah-daerah terpencil. Sebab yang terjadi kemudian hanya meninggalkan tenaga dan jiwa tua di desa tanpa adanya regenerasi yang mendiami wilayah tersebut.

Pengabdian masyarakat tentu tidak hanya berhenti di bangku perkuliahan saja, namun harapannya di fase inilah dapat menjadi pemantik semangat dalam pengabdian tersebut. Apalagi bila pengabdian itu dilakukan bersama teman-teman seperjuangan yang sepemikiran. Tentu hasilnya akan berbeda, bukan? Anda akan lebih bersemangat menjalankannya dan tingkat kesuksesan dari kegiatan ini semakin tinggi. Dengan terjun langsung di masyarakat, diharapkan Anda bisa mendapatkan spirit pengabdian yang kuat yang berpotensi untuk dikembangkan pada lingkup yang lebih besar.

Itulah 3 kegiatan yang wajib Anda ikuti selama di perkuliahan. Kegiatan-kegiatan itu diharapkan dapat mengembangkan potensi diri tidak hanya dari segi skill namun juga spiritual dan personality setiap individu. Bukankah belajar tidak hanya terbatas di ruang-ruang perkuliahan? Pengalaman merupakan guru terbaik!


Iklan Premium

Share this post

Post Comment